Learn IT, Love IT…

Tampilan desktop sebuah komputer atau laptop bisa terasa membosankan bila kita tidak punya koleksi gambar yang bisa dipasang sebagai desktop background. Kali ini saya akan menuliskan tahap-tahap membuat sebuah Desktop Wallpaper untuk koleksi pribadi.

Intro

Desktop Wallpaper ini dibuat dengan menggunakan Blending Options dan Pengaturan Opacity pada setiap layer, tanpa menggunakan efek lain. Ini adalah dasar dari teknik manipulasi gambar dengan PS. Lama pengerjaan ± 15 – 30 menit.

Futuristic Desktop Wallpaper

Langsung saya mulai saja…

Setelah menjalankan aplikasi PS, buat dokumen baru (Ctrl+N) dengan dimensi 1280 x 800 pixel (jika kalian masih menggunakan monitor persegi buat saja dengan ukuran 1024 x 768 pixel) dengan resolusi 72 dpi, dengan warna latar belakang putih.

Note: Bahan-bahan untuk desain dikumpulkan dalam satu folder, “!_BAHAN”.

Langkah #1

Layer BaruSaya buat layer baru dengan menekan Shift+Ctrl+N kemudian diberi nama “warna-bg”, atur warna foreground dengan #4eaffa, selanjutnya mewarnai layer tadi dengan menekan Alt+Backspace.

Berikutnya klik WindowFile Browser (versi CS) atau klik Bridge (versi CS3), tuju lokasi folder menyimpan bahan-bahan untuk desain. Pada jendela File Browser/Bridge klik ganda gambar yang ingin dimasukkan dalam desain. Melakukannya bertahap, untuk tahap awal klik –hanya gambar bahan membuat background.

Note: Bridge hanya tersedia pada PS CS3 versi instal, pada versi portable tidak tersedia. Jadi kalian harus menggunakan Windows Explorer atau mendownload versi portable-nya.

Setelah semua gambar bahan untuk background terbuka di PS, klik WindowArrangeCascade. Kemudian minimize semua jendela kecuali jendela lembar kerja dan satu jendela file bahan.

Lakukan Drag and Drop – satu per satu ke dalam lembar kerja “Desktop Wallpaper” sambil tekan tahan Shift, agar posisi gambar langsung berada di tengah lembar kerja. Tutup jendela file-file bahan jika semuanya sudah di masukkan ke dalam jendela lembar kerja. Tidak lupa menyimpan dulu pekerjaannya (Ctrl+S).

Drag and Drop Image

Langkah #2

Pada langkah ini pertama-tama saya sembunyikan layer 2 – 5 dengan menghilangkan icon mata yang ada di sisi kiri palet layer. Klik layer 1, dan mengeser ke bawah untuk mendapatkan skala/proporsi gambar yang saya inginkan, begitu dapat proporsi yang saya inginkan, lanjut dengan Ctrl+A, lalu menekan Ctrl+X dan Ctrl+V. Layer 5 otomatis terbuat, hapus layer 1 dan ganti nama layer 5 menjadi “bg-1”. Sekarang layer ini di Free Transform (Ctrl+T) → Flip Horizontal.

Terakhir bermain dengan Blending Options dan Opacity, di sini kalian bisa bereksperimen untuk mendapatkan efek yang kalian sukai, namun jangan sampai membuat ‘sakit mata’ ya. Saya mengatur mode blending-nya dengan Linear Light dengan Opacity 10%.

Layer bg-1

Option barNote: Untuk kalian yang menggunakan layar monitor persegi, saat melakukan transformasi, bisa mencoba-coba dengan memberi ukuran W: 85% dan H: 85%, jangan Enter dulu, lihat dulu bila ukurannya masih terlalu besar turunkan lagi persentase W dan H-nya. Lihat dimensi dari file-file background, caranya dengan Klik Image Image size atau tekan Alt+Ctrl+I. Lakukan pengecekan di jendela file gambar, bukan pada jendela lembar kerja.

Klik icon mata pada layer 2. Ctrl+T, klik kanan mouse, klik Flip Horizontal. Ubah persentase W: 90% dan H: 90% kemudian Enter. Seperti langkah #2, Ctrl+A lalu Ctrl+X dan Ctrl+V. Hapus Layer 2 dan ganti nama Layer 5 jadi “bg-2”. Saya mengatur mode blending untuk layer bg-2 dengan Difference dengan Opacity 90%

Layer bg-2

Klik icon mata pada Layer 3. Ctrl+T, ubah persentase W: 95% dan H: 95%. Berikutnya sama seperti langkah sebelumnya. Layer ini beri nama “bg-3”. Atur mode blending-nya menjadi Hue dengan Opacity 100%.

Layer bg-3

Sama seperti sebelumnya. Persentase W: 81% dan H: 81%. Mode blending-nya Hue dengan Opacity 50%.

Layer bg-4

Untuk Layer bg-5, transformasinya W: 85% dan H: 85%. Mode blending Multiply dengan Opacity 70%.

Layer bg-5

Hal terakhir yang saya lakukan untuk langkah kedua yaitu memasukkan semua layer bg ke dalam grup yang diberi nama “bg”. Untuk melakukan hal ini blok semua layer bg dan klik Ctrl+G, lalu ubah nama Group 1 menjadi “bg”.

Grup bg

Langkah #3

Langkah ini saya akan menambahkan variasi pada wallpaper, yaitu icon-icon file dari beberapa aplikasi di Windows. Oke sekarang klik Window File Browser atau klik Bridge. Lanjutkan seperti di langkah 1.

Align OptionPertama saya Drag and Drop gambar icon Microsoft Office. Layer-layernya diberi nama sesuai dengan jenis aplikasi. Setelah dimasukkan ke dalam lembar kerja dan tool yang aktif masih Move Tool (V), blok semua layer baru tadi dan atur align vertical dan align horizontal ke (jika gambar tidak pada posisi sama center), lanjutkan dengan menekan Ctrl+T dan turunkan persentase W: 50% dan H: 50%.

Geser posisi ke empat layer tadi ke sudut kanan atas, kemudian atur posisinya seperti ini:

Icons MSO

Masih dalam keadaan diblok, tekan tahan Shift lalu tombol 7 kali, kemudian tombol 9 kali. Kemudian memasukkannya ke dalam grup yang diberi nama “mso”. Lihat di langkah 2 bagian akhir.

Langkah #4

Langkah selanjutnya saya membuat kotak yang diberi nama “micro bevel” – Shift+Ctrl+N, beri nama “micro bevel”. Pada tahan ini saya memerlukan garis bantu (guideline), tekan Ctrl+R untuk mengaktifkan Ruler. 4 garis bantu pertama di empat sudut icon Microsoft Office, kemudian buat 4 garis bantu lagi dengan jarak 6px dari garis bantu pertama, lalu hapus 4 garis bantu pertama dengan cara klik Move  Tool, arahkan pointer ke setiap garis bantu pertama, lalu tarik ke arah penggaris masing-masing sisi. Buat lagi garis bantu sehingga jadi seperti ini:

Guideline

Garis bantu sudah siap, lalu tekan M untuk mengaktifkan Move Tool. Saya mulai membuat kotaknya.

Selanjutkan tekan T untuk mengaktifkan Horizontal Type Tool, atur jenis huruf (saya memakai huruf “Gotham Medium”) dan paragraf-nya rata kanan. Ketik “Microsoft Office Files”. Blending options Drop Shadow, dengan pengaturan seperti ini:

Drop Shadow Blend

Hasil akhir dari kotak micro bevel seperti ini:

Kotak Micro Bevel

Terakhir masukkan kedua layer ke dalam grup yang diberi nama “kotak-1”.

Note: Bagaimana cara membuat kotak “micro bevel” saya tulis terpisah. Tapi jika kalian ingin bereksperimen, ini petunjuknya. Buat dengan kombinasi Shift, Alt, Move Tool, Polygonal Lasso Tool, serta Blending Options. Jika sudah membaca Chapter 2: Teknik Seleksi di modul yang sudah diberikan itu tidak akan sulit.

Langkah #5

Klik grup “kotak-1”, tekan tahan Alt lalu tekan untuk menduplikat grup, lalu ganti namanya dengan “kotak-2”. Kemudian tekan Shift lalu tekan tombol ↓ beberapa kali sampai mendapat proporsi yang pas.

Klik tanda “►” pada grup kotak-2 untuk membukanya. Klik ganda layer teks untuk mengganti tulisannya. Di sini tulisannya saya ganti dengan “Other Default Files”.

Langkah #6

Seperti langkah 1, klik Window File Browser atau klik Bridge untuk membuka file bahan. Lakukan sama persis seperti langkah 3. Namun, kali ini sedikit berbeda. Saya mentransformasinya menyesuaikan dengan icon yang ukuran terkecil. Di bahan untuk membuat desktop wallpaper ini icon yang terkecil adalah icon CorelDRAW. Dengan memberikan garis bantu di atas dan bawah icon tersebut, saya mentransformasi icon-icon yang lain.

Other Icons

Seperti langkah 3, layer saya beri nama sesuai dengan jenis aplikasi. Kemudian mengatur posisi masing-masing layer, terakhir memasukkannya ke dalam grup yang diberi nama “other”.

Langkah #7

Sebagai tambahan kalian bisa memberikan tulisan apa saja. Dalam desktop wallpaper ini saya buatkan kalimat yang berisi Informasi tempat menyimpan pekerjaan office dan lain-lain, serta saran untuk selalu menyimpan pekerjaan pada jeda waktu tertentu. Heheh, di daerah kita listrik sering padam atau tegangan turun (sehingga PC sering restart).

Pada langkah ini saya memberikan blending “Drop Shadow” dan dua jenis huruf yang berbeda, serta pengaturan ukuran huruf-nya. Untuk teks Informasi saya memakai huruf “Gotham Book” dan “uni 05_54” untuk teks “design by”.

Teks

Langkah #8

Yah, sudah selesai. Untuk menyimpannya agar bisa digunakan untuk desktop wallpaper, kalian bisa klik File Save for Web & Devices (Alt+Shift+Ctrl+S). Maka akan muncul jendela Save for Web & Devices dengan Tab yang aktif adalah Optimized. Klik menu DrowdownPreset” untuk memilih tipe file yang diinginkan, saya pilih JPEG High – pilihan High secara otomatis akan memberikan nilai Quality = 60. Seperti pada gambar.

Save for Web & Devices

Selamat mencoba.

P.S: Klik Download jika ingin membaca versi PDF tutorial ini.

Leave a Comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s